“A Tribute to My Soul”
lundi, octobre 10, 2005
Ore : lundi, octobre 10, 2005
Ore : lundi, octobre 10, 2005
Tulisan ini seharusnya diposting beberapa hari yang lalu. Karena terlalu sibuk dengan kerjaan, akhirnya aku lupa untuk menuliskannya sampe “diingatin” kembali oleh janjiMu.
Hari itu aku kecapean. Sesaat kemudian, aku memilih untuk mengistirahatkan kedua kelopak mata bolorku ketimbang untuk memaksakannya tetep melek, dan lagian juga, ternyata jidatku pun ikut2an panas (myumyet..lupa maem obad (=sengaja). Ehh… Gak nyampe 1 menit, aku pun terlelap, gak tau ngimpi apa.. ngimpi apa tidak, sampe aku bangun dengan kagetnya, (perasaan sih) gak lama kemudian oleh bunyi hp-ku (tit..tit..). Kemudian, secara perlahan tapi pasti aku menjangkau hp-ku, melihat nomer yang tertera pada display, and saying something stupid like “Yoi..walaikumsalam” (untuk orang yang aku kenal dekat) dan kamipun mulai berbicara heu. heu. heu. heu.
Ahhh… lemes..pegel.. Itu yang aku rasakan sambil mengutuki orang yang barusan mengganggu istirahat sejenakku sambil melirik jam di hp-ku. ASTAGA!!! Ternyata aku sudah terlelap ampir 8 jam dari jam 12 malem tadi hari itu. Arrgghh…!!! Buru2 mandi dan setelah itu bikin teh pahit anget dan menyeruputnya dengan tenang.
Sambil menikmati teh, gak nyadar ternyata aku mulai melamun. Aku lupa apa yang aku lamunkan. Tapi yang jelas, dari seluruh lamunanku itu, aku masuk ke keadaan dimana pada saat aku tidur dan terbangun oleh bunyi hp, mengangkatnya dan mengucapkan salam, hal ini yang akhirnya membuat aku tersenyum.
Tapi, dari hasil lamunanku itu aku berkesimpulan begini. Pertama. “Jiwa” itu adanya di otak bukan di hati karena apa yang kita pikirkan itu selalu ada di otak. Gak ada kan orang mikir sambil megangin hatinya yang berkernyit. Kedua. “Jiwa” itu adalah otak itu sendiri. Tapi pemikiran ini kemudian gugur... Seandainya aku diperkenankan untuk “berpulang”, maka otakku pun akan ikut2 mati. Otomatis impuls tidak bisa mengirimkan acknowledge message ke syaraf dan syaraf gak bisa membangkitkan otot untuk mengangkat ponsel dan juga menggerakkan mulutku buat bilang “Yoi..Walaikumsalam” kan. Ketiga. Banyak orang termasuk aku berpikiran prosesor itu adalah otak. Tapi setelah peristiwa yang kualami hari itu, aku berpikiran, “jiwa” itulah prosesornya.
Banyak orang termasuk aku kadang mengalami “amnesia” ringan pada saat dibangunkan secara mendadak. Mungkin hari itu aku mimpinya gak aneh2. Jadinya “jiwa”ku melayang gak jauh2 amat. Sehingga ketika ponselku berbunyi dya langsung balik ke otak dan mulai membangunkan otakku untuk mulai bekerja dan mengingat dimana letak Hp-ku, kemudian mengingat ketika aku melihat nomer yang tertera di display adalah seseorang yang aku kenal dekat dan hue hu ehu uhue (maksudnya pembicaraan kami hari itu)
Ok. Dari ketiga hal yang sanggup aku pikirkan , aku bisa tersenyum dan gak perlu kuwatir kalo2 nanti ketemu Nya. Pertanyaannya adalah: Apa yang mesti aku tanyakan?
“Kenapa dia meninggalkanku?” “Kenapa dia tidak mencintaiku?” “Kenapa dia mengkhianatiku?” “D’oh! CInta melulu! BASI! Taekkk!! Bisa yang lain gak? Kayak gak ada aja urusan lain yang lebih penting dari itu yang bisa kaw tanyakan?” “Ok, Bund.cool ae. Ok. Pikirkan dulu apa yang mau km tanyakan...
Lakukan apa yang jadi hak km.., perbuatlah.. jika itu yang km inginkan ..
ga perlu gengsi.., lakukan sebisamu.., klo itu yang bisa memuaskanmu..
sebelum aku mati...
- deep inside of pid -
posted by Orang² Aneh at lundi, octobre 10, 2005
| Permalink |
[ back home ]
Comments for “A Tribute to My Soul”
Didalam Kebusukan Hati ... | Blogger Templates by layoutstudios.com and Gecko & Fly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.
Learn how to Make Money Online at GeckoandFly

